Wednesday, July 27, 2005

pHoNeTiQueTTe

"Good Morning Program, Vanya speaking may I help you?"
"Selamat Pagi, Mbak. Dengan Mbak Siti Oktaviani?"
Dari Mana Ini?"
"Dari ****" (nama salah satu bank luar)
"Maaf Mas, kayaknya salah nomer. Boleh tau Siti Oktaviani dari bagian apa? Atau nomer extensionnya barangkali?"
"Bukan. Nomernya 575****" (Sambil nyebutin nomer direct meja gw)
"Oh nomernya betul, tapi nggak ada yang namanya Siti Oktaviani tuh"
"Mungkin seblom Mbak ada kali, Mbak"
"Hmm sebentar saya tanya dulu, deh" (Sambil nanya ke temen seruangan gw, padahal jelas" gw tau kalo former coordinator itu namanya Irene)
----jeda----
"Halo, Mas.. Udah saya tanya, gak ada tuh yang namanya begitu..."
*tut tut tut...*





"Good Afternoon Program, vanya speaking may I help you?"
"Selamat pagi. Saya TJ*** dari *** **** Bank (salah satu bank luar lagi). Saya punya satu voucher menginap di HMS, tapi akan expired tanggal 28 bulan Juli. ini. Saya mau perpanjang seminggu, bisa kan?"
"Maaf Bu TJ***, untuk extend voucher kita di sini punya policy yang sangat ketat."
"Saya rasa anda sama sekali nggak berusaha membantu, deh!"
"Maaf?"
"Iya. Saya nggak melihat anda mengeluarkan effort untuk membantu klien"
"(dalem hati *^&$^%#@#^%) Bukan begitu, Ibu. Tapi kita di sini juga punya peraturan, dan saya punya kewajiban untuk menaati peraturan tersebut. Apalagi vouchewr yang kita issued jangka waktunya cukup panjang, 6 bulan"
"Tapi apa sih susahnya perpanjang cuma dua hari sampai satu minggu?"
"Sekali lagi maaf ibu, tapi itu sudah di luar authority saya, karena yang issue voucher itu departemen yang berbeda"
"Sambungkan aja saya sama mereka"
"Aduh Ibu Tj***, maaf sekali, departemen tersebut tidak melakukan kontak langsung dengan customer"
"Tapi Bank *** **** kan klien yang setia. Kita bikin banyak bookingan. Masa sih Hotel sebesar Mulia sekaku ini terhadap klien! Anda bahkan tidak berusaha tanya terlebih dahulu dan langsung menolak!!"
"Iya Ibu, saya juga sangat sadar kalo *** **** adalah klien kami yang paling setia. Tapi masalahnya policy ini berlaku untuk semua. Dan yang menelepon untuk extend voucher bukan baru sekali"
"Sambungkan saya dengan General Managernya!!"
"Kebetulan Mr. Jovanovic hari ini sedang ada Meeting Executive Committee, tapi nanti akan saya sampaikan"
"Telepon saya 390****. Saya tunggu!!!"
*tut tut tut...*


"Good Afternoon program, Vanya speaking, may I help you?"
"Halo..."
"Iya Ibu, selamat pagi. Ada yang bisa dibantu?"
"Panjul mana?"
"Maaf?"
"Ini sopo?"
"Dengan Vanya, Ibu. Maaf dengan siapa ini?"
"Saya Sri.. Panjul mana?"
"Mau bicara dengan siapa?" (mulai panik)
"Dengan Panjul!! Cepet, ya Mbak.."
"Ibu, maaf di sini nggak ada yang namanya Panjul. Panjul ini tamu atau karyawan, ya?"
"Saya? Saya tamu opo karyawan?"
"Halo Ibu..."
*tut tut tut....*


Kalo ini gw yang nelepon...

"Halo selamat sore."
"Selamat sore, Mas. Saya Vanya dari Hotel Mulia Senayan, maaf saya bicara dengan mas...?"
"Lho, saya nerima lho, Mbak."
"Iya. Saya cuma mau tanya, saya bicara dengan Mas siapa?"
"Mbak, saya nih ngangkat telefon lho. Bukan saya yang nelefon.."
"Iya mas, saya tau. Saya Vanya dari Hotel Mulia, saya yang ada keperluan. Makanya saya tanya sekarang ini saya bicara dengan siapa...."


Ini yang terakhir...

"Good evening program, Vanya speaking may I help You?
".............."
"Halo?"
"Haaa... Llooo.."
"Iya, bis dibantu, Mbak?"
".... Bisa bica ra dengan... Christo?"
"Oh.. eh maaf.. hehehehe sebentar, ya.. dari mana nih?"


heheheh ternyata gw ngangkat telpon rumah gw :P

AH tapi karena seringnya gw ngelayanin telepon aneh di kantor, gw jadi jarang main telepon :D Bahkan gw udah ga ngerasa terganggu pake SIM Card pra bayar instead of pasca bayar.

Gapapadeh, mudah"an tagihan telpon gw ga akan nyampe 6 dijit lagi... hehehehehe

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home