RooKie...
Hari Jumat malam kemarin, gw nonton DVD di tempatnya richoz. Sekuel terbaru dari American Pie series. Judulnya Band Camp [Yes... that -one day, when I was on the band camp- Band camp]
Gw ga akan ngebahas filmnya dengan detail karena emang bukan itu topik postingan gw sekarang. Gw cuma mau quote satu kalimat dari salah seorang anggota band yang sombong ke adiknya Stifler yang jadi anak baru. Anak itu bilang
You see, even di antara para bandies yang nerd aja, susah buat rookie untuk langsung bisa get along sama mereka.
Untuk bisa masuk, bergabung dan [yang paling penting] diterima dengan satu kelompok, team, community or whatever you name it, memang bukan hal yang gampang.
Sebenernya bisa aja sih langsung 'ngetop' kalau loe itu:
1. An asshole. Memang menyebalkan, tapi toh sering banget kita ngeliat [bukan cuma di film doang, kok] kalo hunk" yang menyebalkan dan cewe" type cheers yang menjengkelkan itu sangat mudah untuk populer. Dan walaupun mreka itu menyebalkan, I bet banyak juga orang yang mau berteman dan menjadi seperti mereka. [Ngga semua orang, tapi pasti banyak deh...]
2. Ganteng atau cantik banget, atau pinter banget atau apalah yang banget sehingga susah buat ditolak. Contohnya si model pendatang di film zoolander tuh.. [sapa sih namanya gw lupa] Baru muncul langsung aja ngetop...
3. 'Bawaan' anggota kelompok sebelumnya. Ini emang paling gampang. Tapi malah yang kayak gini yang paling nyebelin. Soalnya label 'bawaan' itu akan tetep nempel di loe sampe kapanpun juga. Dan loe akan lebih dikenal dengan nama label tersebut dibandingkan dengan loe sebagai loe.
Gw sangat sering mengalami -the-anak-baru-thing- selama hidup gw. Waktu SD gw punya 3 sekolah, karna bokap gw pindah 2 kali. Waktu SMP gw masuk ke sekolah, dimana gw merupakan satu"nya alumni dari SD gw, dan hampir semua murid l;ainnya berasal dari sekolah" yang sama. Waktu SMU juga begitu. Karena gw dateng dari daerah, gw juga ga punya temen yang udah gw kenal sebelumnya. Waktu kuliah kejadian yang sama berulang lagi. Ga ada satupun anak SMU yang masuk ke kampus yang sama kayak gw.
Itu baru soal sekolah. Belum lagi soal pindah rumah. Selama 23 tahun lebih dikit ini gw udah 8 kali pindah rumah. dan itu berarti 8 kali pula gw musti beradaptasi dengan lingkungan baru.
Kalo ngeliat pengalaman gw itu, mustinya gw udah expert banget dalam menghadapi hal seperti itu. Tapi in fact, I am soooo not. Selama ini gw ga pernah berusaha untuk bergabung dengan satu kelompok tertentu. I make friends, yes. Tapi teman-teman gw, gw anggap sebagai 'individu' dan bukannya bagian dari suatu kelompok.
And it's kinda surprise me saat gw harus -untuk pertama kalinya- mengalami ospek nggak langsung itu.
Keadaan semakin membingungkan buat gw saat gw harus menyaksikan 'kelompok dalam kelompok' bermunculan satu persatu. Terlalu banyak intrik, terlalu banyak rencana dan terlalu banyak konspirasi. lebih jauh lagi, terlalu banyak hati dan perasaan yang musti dijaga, terlalu banyak orang yang menjadi tanggung jawab tambahan.
Anehnya, hal-hal tersebut ternyata sangat menyakitkan hati. Terutama saat itu melibatkan orang-orang terdekat yang loe percaya sepenuh hati.
Ok.. mungkin tidak ada yang bisa menyalahkan orang yang -selalu mengatakan apa yang dilakukannya tapi tidak merasa perlu memberi tahu apa yang tidak dilakukannya-. Terdengar membingungkan? Memang.. dan sangat menyakitkan...
Hal paling buruk yang bisa terjadi adalah saat loe punye pendapat yang berbeda dengan yang lain, dan loe dianggap aneh sehingga dianggap tidak pantes untuk bergabung dalam kelompok itu.
Mungkin gw yang tidak tahu caranya berteman. Mungkin gw gagal sebagai orang sosial. Mungkin gw yang exaggerating masalah-masalah yang mungkin tidak perlu menjadi masalah. Mungkin gw yang terlalu kaku menerapkan batas yang gw anggap keterlaluan bahkan untuk seorang 'teman baik'. Tapi sakit hati dan sedih itu sangat tidak menyenangkan. Dan gw ga mau sedih terus...
Barangkali, ada kondisi" tertentu di mana sebaiknya kita statis dan tidak berubah atau berpindah dari tempat ternyaman kita. Sendirian kan tidak selamanya tidak menyenangkan. Dan bukan bagian dari suatu komunitas juga bukan berarti tidak punya teman.
Gw ga akan ngebahas filmnya dengan detail karena emang bukan itu topik postingan gw sekarang. Gw cuma mau quote satu kalimat dari salah seorang anggota band yang sombong ke adiknya Stifler yang jadi anak baru. Anak itu bilang
"Rookie will always be rookie.. No matter what"
You see, even di antara para bandies yang nerd aja, susah buat rookie untuk langsung bisa get along sama mereka.
Untuk bisa masuk, bergabung dan [yang paling penting] diterima dengan satu kelompok, team, community or whatever you name it, memang bukan hal yang gampang.
Sebenernya bisa aja sih langsung 'ngetop' kalau loe itu:
1. An asshole. Memang menyebalkan, tapi toh sering banget kita ngeliat [bukan cuma di film doang, kok] kalo hunk" yang menyebalkan dan cewe" type cheers yang menjengkelkan itu sangat mudah untuk populer. Dan walaupun mreka itu menyebalkan, I bet banyak juga orang yang mau berteman dan menjadi seperti mereka. [Ngga semua orang, tapi pasti banyak deh...]
2. Ganteng atau cantik banget, atau pinter banget atau apalah yang banget sehingga susah buat ditolak. Contohnya si model pendatang di film zoolander tuh.. [sapa sih namanya gw lupa] Baru muncul langsung aja ngetop...
3. 'Bawaan' anggota kelompok sebelumnya. Ini emang paling gampang. Tapi malah yang kayak gini yang paling nyebelin. Soalnya label 'bawaan' itu akan tetep nempel di loe sampe kapanpun juga. Dan loe akan lebih dikenal dengan nama label tersebut dibandingkan dengan loe sebagai loe.
Gw sangat sering mengalami -the-anak-baru-thing- selama hidup gw. Waktu SD gw punya 3 sekolah, karna bokap gw pindah 2 kali. Waktu SMP gw masuk ke sekolah, dimana gw merupakan satu"nya alumni dari SD gw, dan hampir semua murid l;ainnya berasal dari sekolah" yang sama. Waktu SMU juga begitu. Karena gw dateng dari daerah, gw juga ga punya temen yang udah gw kenal sebelumnya. Waktu kuliah kejadian yang sama berulang lagi. Ga ada satupun anak SMU yang masuk ke kampus yang sama kayak gw.
Itu baru soal sekolah. Belum lagi soal pindah rumah. Selama 23 tahun lebih dikit ini gw udah 8 kali pindah rumah. dan itu berarti 8 kali pula gw musti beradaptasi dengan lingkungan baru.
Kalo ngeliat pengalaman gw itu, mustinya gw udah expert banget dalam menghadapi hal seperti itu. Tapi in fact, I am soooo not. Selama ini gw ga pernah berusaha untuk bergabung dengan satu kelompok tertentu. I make friends, yes. Tapi teman-teman gw, gw anggap sebagai 'individu' dan bukannya bagian dari suatu kelompok.
And it's kinda surprise me saat gw harus -untuk pertama kalinya- mengalami ospek nggak langsung itu.
Keadaan semakin membingungkan buat gw saat gw harus menyaksikan 'kelompok dalam kelompok' bermunculan satu persatu. Terlalu banyak intrik, terlalu banyak rencana dan terlalu banyak konspirasi. lebih jauh lagi, terlalu banyak hati dan perasaan yang musti dijaga, terlalu banyak orang yang menjadi tanggung jawab tambahan.
Anehnya, hal-hal tersebut ternyata sangat menyakitkan hati. Terutama saat itu melibatkan orang-orang terdekat yang loe percaya sepenuh hati.
Ok.. mungkin tidak ada yang bisa menyalahkan orang yang -selalu mengatakan apa yang dilakukannya tapi tidak merasa perlu memberi tahu apa yang tidak dilakukannya-. Terdengar membingungkan? Memang.. dan sangat menyakitkan...
Hal paling buruk yang bisa terjadi adalah saat loe punye pendapat yang berbeda dengan yang lain, dan loe dianggap aneh sehingga dianggap tidak pantes untuk bergabung dalam kelompok itu.
Mungkin gw yang tidak tahu caranya berteman. Mungkin gw gagal sebagai orang sosial. Mungkin gw yang exaggerating masalah-masalah yang mungkin tidak perlu menjadi masalah. Mungkin gw yang terlalu kaku menerapkan batas yang gw anggap keterlaluan bahkan untuk seorang 'teman baik'. Tapi sakit hati dan sedih itu sangat tidak menyenangkan. Dan gw ga mau sedih terus...
Barangkali, ada kondisi" tertentu di mana sebaiknya kita statis dan tidak berubah atau berpindah dari tempat ternyaman kita. Sendirian kan tidak selamanya tidak menyenangkan. Dan bukan bagian dari suatu komunitas juga bukan berarti tidak punya teman.


0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home