All that Jazz....
Kadang-kadang ada ga enaknya juga kerja di service industry.
Yang pertama tentu aja pas orang-orang pada libur, sering banget gw harus masuk.
Cuma yang sering bikin gw ga tahan adalah kelakuan orang" yang suka seenak-enaknya.
Beberapa suka make up cerita yang ga bener. Dan kalau udah begitu, karyawan selalu ada di posisi yang salah. Kalo pas ada bukti tertulis sih ga masalah, tapi saat pembicaraannya secara verbal.. kita tidak bisa membuktikan apa-apa. Dan walaupun mungkin boss bisa mengerti, kita tetap harus memenangkan si tamu.
Sering juga mereka request yang aneh-aneh. Tidak sesuai prosedur dan policy yang ada. Kalau tidak dikabulkan, mereka ngamuk. Dan akhirnya kemauannya dikabulkan.
Harus fleksibel banget deh...
Ada juga orang yang banyak maunya dan memperlakukan para pekerja servis seperti gw dengan tidak semestinya. Bahkan say thanks aja nggak. Its not that gw ngarepin.. tapi kesel aja kadang" sama orang" yang ga sopan dan ga tau terima kasih.
belum lagi akalu giliran kita yang butuh mereka. Mau minta data susahnya setengah mati. Setelah datanya dikasih, minta diproses secepat kilat, tanpa mikir kalau barangkali tenggat waktunya sudah lewat dan gw harus berusaha keras untuk nyelipin namanya dia. Dan itu tidak bisa dilakukan dalam waktu 5 menit saja, kan?
Atau yang kayak tadi, nelepon gw dan cuma ngomong "Wait please.." dan ngehold telepon gw selama 13 menit. [I am not kidding.. I counted it!!]
Tentu saja tidak bisa gw tutup teleponnya karena it againts the rules untuk nutup telepon duluan...
Semakin sebel kalo kejadiannya saat gw lagi period.
Sakit perut, sakit pinggang, sakit kepala dan mood yang jelek....
Ya ya ya.....
It's all about being a good hotelier....
The happy.. the sad.. the good and bad.. smile, well-groomed, tired and all that jazz...
Yang pertama tentu aja pas orang-orang pada libur, sering banget gw harus masuk.
Cuma yang sering bikin gw ga tahan adalah kelakuan orang" yang suka seenak-enaknya.
Beberapa suka make up cerita yang ga bener. Dan kalau udah begitu, karyawan selalu ada di posisi yang salah. Kalo pas ada bukti tertulis sih ga masalah, tapi saat pembicaraannya secara verbal.. kita tidak bisa membuktikan apa-apa. Dan walaupun mungkin boss bisa mengerti, kita tetap harus memenangkan si tamu.
Sering juga mereka request yang aneh-aneh. Tidak sesuai prosedur dan policy yang ada. Kalau tidak dikabulkan, mereka ngamuk. Dan akhirnya kemauannya dikabulkan.
Harus fleksibel banget deh...
Ada juga orang yang banyak maunya dan memperlakukan para pekerja servis seperti gw dengan tidak semestinya. Bahkan say thanks aja nggak. Its not that gw ngarepin.. tapi kesel aja kadang" sama orang" yang ga sopan dan ga tau terima kasih.
belum lagi akalu giliran kita yang butuh mereka. Mau minta data susahnya setengah mati. Setelah datanya dikasih, minta diproses secepat kilat, tanpa mikir kalau barangkali tenggat waktunya sudah lewat dan gw harus berusaha keras untuk nyelipin namanya dia. Dan itu tidak bisa dilakukan dalam waktu 5 menit saja, kan?
Atau yang kayak tadi, nelepon gw dan cuma ngomong "Wait please.." dan ngehold telepon gw selama 13 menit. [I am not kidding.. I counted it!!]
Tentu saja tidak bisa gw tutup teleponnya karena it againts the rules untuk nutup telepon duluan...
Semakin sebel kalo kejadiannya saat gw lagi period.
Sakit perut, sakit pinggang, sakit kepala dan mood yang jelek....
Ya ya ya.....
It's all about being a good hotelier....
The happy.. the sad.. the good and bad.. smile, well-groomed, tired and all that jazz...


0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home